Sabtu, 07 Mei 2016

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

  Pengertian pandangan hidup Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. 

Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan Hidupmerupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 

Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari. Seperti yang ada di negara kita sekarang ini, semakin maraknya kasus terorisme. Masalah ini terjadi akibat kurang tepatnya pandangan suatu orang terhadap masalah kehidupan sehari – hari.  Mereka manafsirkan atau mengartikan suatu ajaran secara sepotong – sepotong dan hanya berdasarkan pada satu atau dua sumber saja tidak melihat keadaan sekitar yang diperkirakan secara logika sehingga mendapatkan penjelasan yang kurang tepat. Mereka berpandangan bahwa semua orang yang menentang atau memusuhi keyakinannya adalah musuh buat mereka dan itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini untuk tersciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera. Padahal kalau kita perhatikan sebenarnya pandangan mereka terhadap masalah tersebut adalah kurang tepat, bukan sewajarnya orang yang keliru itu disadarkan untuk kembali ke jalan yang lurus bukan malah ditiadakan atau dimusnahkan. Tetapi pandangan seperti itu seperti sudah mendarah daging pada diri mereka dan orang – orang pengikutnya. Bahkan mereka menganggap kalau melakukan hal tersebut akan mendapat suatu pahala yang besar dan kalaupun mereka maninggal dalam menjalankan aksi mereka tersebut dianggap sebagai mati syahid. Padahal kalau diamati justru perbuatan yang mereka lakukan itu sangat merugikan orang lain, seperti menghilangkan nyawa orang lain pasti keluarga yang ditinggalkan itu akan menyimpan duka yang sangat mendalam dan bahkan sulit untuk dihilangkan. 

Banyak anak kecil yang kehilangan orang tuanya, para orang tua kehilangan lapangan pekerjaan, dan lain sebagainya. Mereka juga tidak segan segan untuk menyebarkan ajarannya tersebut kepada orang – orang yang ada disekitarnya sehingga pengikut semakin banyak. Dan hal tersebut tidak akan berhenti sebelum apa yang mereka inginkan tercapai. Seperti yang kita lihat sekarang ini, meskipun pimpinan gembong teroris sudah banyak yang tertangkap tetapi terorisme masih terus terjadi. Hal tersebut dikarenakan bahwa ajaran yang mereka ajarkan masih belum mati dan terus berjalan sehingga siapa saja bisa menerukan ajaran tersebut meskipun sang pemimpin telah tiada, karena mereka bisa membentuk kader – kader pemimpin baru.    

 Untuk masalah tersebut hal yang harus dibenahi sebeneranya adalah pandangan hidup pada pribadi masing masing orang tersebut. Kalau yaang dibasmi adalah pemimpinnya itu belum bisa menuntaskan permasalahan karena pengikutnya masih banyak dan hal itu sulit untuk ditelusuri satu persatu. Kalau pandangan hidup mereka sudah kembali ke jalan yang benar, tidak perlu lagi diperintah pun mereka akan menghentikan aksi aksi yang mereka jalankan sekarang ini dengan kesadaran probabadi. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam.

  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yakni pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Orang yang memiliki pandangan hidup pasti memiliki tujuan, dan tujuan ini biasa di sebut cita-cita. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.

            Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor. - Faktor manusia - Faktor kondisi - Faktor tingginya cita-cita Terdapat formula sukses yang dapat kita jadikan pedoman untuk menggapai cita-cita kita. Pertama kita harus mengubah Belief System (Keyakinan dan Goal) kita. Kedua kita harus mengubah cara berpikir kita dan emosi kita. Ketiga, mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita. Keempat, kita harus mengubah segala tindakan-tindakan buruk kita. Dari semua itu kita akan mendapatkan hasil yang menjadi keyakinan dan goal kita dari awal. Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak. Dalam bercita-cita pun sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena kita bisa dibuat stres dan depresi jika tidak tercapai. Contoh adalah seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterunya. Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi. Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup apapun dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai dan berhasil dalam kehidupan yang diinginkannya. Tetapi apapun itu, yang terpenting adalah memiliki pandangan hidup yang baik agar dapat mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik pula. Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yakni:

  • Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.

  • Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akhirat.

  • Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.
            Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

  • Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.

  • Mengabdi       

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akhirat.

KEADILAN BERDASAR NILAI-NILAI PANCASILA

KEADILAN BERDASAR NILAI-NILAI PANCASILA

Pancasila merupakan dasar Negara dan landasan idiologi Negara republik Indonesia. Pancasila adalah pandangan hidup yang berkembang dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Modernisasi mengharuskan masyrakat Indonesia harus lebih memahami nilai-nilai dari pancasila. Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni, dan baru saja kita memperingati hari kelahiran pancasila.

PANCASILA :
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
2. KEMANUSIAN YANG ADIL DAN BERADAB
3. PERSATUAN INDONESIA
4. KERAKYATAN YANG DI PIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM        PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Sila pertama dari pancasila adalah ketuhanan yang maha esa, kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, ketiga adalah persatuan Indonesia, keempat adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan kelima adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . masyrakat Indonesia sebenarnya menyadari akan pentingnya Pancasila sebagai dasar dan idiologi Negara Republik Indonesia, tetapi banyak juga yang belum memahami arti dari masing-masing sila yang ada di dalam pancasila.
Dalam penerapan keadilan di Indonesia, pancasila sangat berperan penting sebagai dasar keadilan seperti disebutkan pada sila kedua dan sila kelima. Sila kedua yang berbunyi kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung delapan makna yaitu :

  1.  Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4.  Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5.  Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6.  Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7.  Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8.  Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila kelima yaitu keadilan social bagis seluruh rakyat Indonesia mengandung makna, anatra lain:

  1.  Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2.  Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4.  Menghormati hak-hak orang lain.
  5.  Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6.  Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Kedua sila tersebut sudah sangat menjelaskan dan menjadi dasar dan arahan yang harus masyrakat pahami dan lakukan sebagai manusia yang bisa hidup saling berdampingan di Indonesia dan di muka bumi ini. Sebagai nilai-nilai yang luhur sila-sila didalam pancasila akan menjadi warisan turun temurun bagi anak cucu kita kelak.
Keadilan yang ada di Indonesia belum sepenuhnya mengikuti nilai-nilai luhur yang tertera pada pancasila khususnya sila kedua dan kelima, masih banyak kasus koeupsi yang tak terselesaikan, hakim dan jaksa yang bisa disuap dan memenangkan yang salah dan yang mempunyai harta.


Manusia sekrang memang tidak peduli lagi dengan nilai-nilai luhur karena dampak moderinsasi dan globalisasi. Tetapi dengan kepribadian yang mempunyai prinsip harus kita yakini bahwa kita akan menjadi manusia yang beriman dan memiliki rasa keadilan antar sesama manusia. Agar hidup tenang dan bahagia

ARTI SEBUAH RASA TANGGUNG JAWAB

ARTI SEBUAH RASA TANGGUNG JAWAB



Tanggung jawab memiliki arti yaitu berkewajiban untuk menanggung dan memikul jawab,secara sederhananya tanggung jawab adalah menanggung segala sesuatu yang telah atau sudah terjadi dan dialami. Arti tanggung jawab juga dapat diartikan seperti ini. Tanggung Jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja atau pun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas kewajiban yang harus di tanggung jawabkan. 

Contohnya adalah seorang mahasiswa, seorang mahasiswa memiliki kewajiban untuk belajar agar mahasiswa itu sendiri dapat bertanggung  jawab atas hasil nya nanti apakah dia akan mendapat nilai A,B,C,D,atau E dan setelah lulus nanti mahasiswa harus bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. 

Timbulnya tanggung jawab itu karna seseorang bermasyarakat dengan yang lainnya dan hidup bersama dilingkungan alam. Manusia tidak boleh dan tidak bisa berbuat semaunya terhadap sesama manusia atau alam sekitarnya. Manusia harus menciptakan keseimbangan, keselarasan antara sesama manusia di lingkungan sekitar. Tanggung Jawab bersifat kodrati yaitu sudah pasti tanggung jawab itu harus ada didalam diri setiap manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan rasa tanggung jawab yang besar. 

Apabila ia tidak mau dan tidak bisa bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang harus memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat - akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri juga yang harus merubah ke dalam keadaan baik. 

Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau dan tidak bisa bertanggung jawab, pihak lain yang akan membuat menjadi lebih baik dengan cara individual ataupun dengan cara kemasyarakat. Tanggung jawab adalah ciri - ciri manusia yang beradab atau (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena adanya rasa sadar dan menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu dan menyadari bahwa pihak  lain pasti memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh dan diusahakan melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Macam - macam tanggung jawab ada 5 macam tanggung jawab yaitu: 
1.Tanggung jawab terhadap diri sendiri,
2.Tanggung jawab terhadap terhadap keluarga,
3.Tanggung jawab terhadap masyarakat,
4.Tanggung jawab terhadap bangsa/ negara
5.Tanggung jawab terhadap Tuhan. 

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri adalah sikap kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. 
2. Tanggung jawab terhadap keluarga adalah sikap kesadaran yang tidak untuk individu lagi     tetapi sikap kesadaran untuk bertanggung jawab terhadap beberapa orang(keluarga).Contoh : sikap tanggung jawab seorang ayah terhadap kehidupan seorang istri dan semua anak - anaknya.
3.Tanggung jawab terhadap masyarakat adalah sikap manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung  jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. 
4.Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara adalah Suatu sikap kenyataan bahwa setiap manusia dan setiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara. 
5.Tanggung jawab terhadap Tuhan adalah suatu sikap kenyataan setiap umat manusia,setiap perbuatan manusia didunia itu harus dipertanggung jawabkan nanti di akhirat kepada Tuhan Yang Maha Esa Pengabdian adalah perbuatan dan sikap berupa pikiran dan tenaga sebagai perwujudan rasa setia,dan menunjukan rasa kasih sayang,hormat dan dilakukan dengan ikhlas contoh : pengabdian terhadap Agama dan Tuhan, dan pengabdian terhadap bangsa dan negara kita Pengorbanan yang berarti berkorban atau memberikan sesuatu tanpa pamrih dan mengandung rasa ikhlas dan memberikan dengan rasa tulus

GELISAH DAN CARA MENGATASINYA

GELISAH DAN CARA MENGATASINYA

kegelisahan

kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.

kegelisahan kadang bisa dilihat dari tingkah laku misal dengan berjalan mondar mandir, memandang jauh kedepan sambil mengepal ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya dengan wajah sayu dan malas bicara

kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan yang sebabnya bermacam macam

usaha untuk mengatasi kegelisahan ini yaitu pertama tama kita harus bersikap tenang, berfikir tenang sehingga jalan keluar dari masalah akan kita bisa atasi.
cara kedua yg digunakan untuk mengatasi kegelisahan bisa dengan jalan intropeksi, misal

1.akibat yang paling buruk yang manakah yang akan kita tanggung
2.akibat yang paling buruk apakah yang akan terjadi
3.mengapa hal itu terjadi ?
4. apa sebabnya hal itu terjadi

bila kita mampu menganalisa akibat yang menimbulkan kecemasan tersebut kita mungkin bisa mengatasinya atau kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah hidup dengan rasa sabar dan tabah atau dengan kata lain, lakukan sikap pasrah..serahkan semua masalah kepada Tuhan sang pencipta

keterasingan

berarti hal hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain
keterasingan adalah bagian dari hidup, sebentar maupun lama orang pernah mengalaminya tetapi dalam jangka waktu yang berbeda beda

keterasingan eksternal

keterasingan yang disebabkan oleh orang luar contoh karena sifat sombong, egois , pelit dan lain lain...orang lain jadi malas bergaul dengannya sehingga orang itu dijauhkan dari pergaulan

keterasingan internal

keterasingan karena memang orang tersebut yang menjauhkan diri dari pergaulan karena orang tersebut merasa ada yang kurang didalam dirinya.dan lain lain

kesepian

kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi , tidak berteman, setiap orang pernah mengalami kesepian. karena kesepian merupakan bagian dalam hidup. rasa sepi itu tergantung pada mental orang dan kasus penyebabnya

ketidakpastian

artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas, itu semua bisa disebabkan karena pikiran yang tidak konsentrasi oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berfikir secara teratur apalagi mengambil kesimpulan
beberapa sebab orang tak dapat berfikir dengan pasti

1. obsesi

gejala neurosa jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan.atau sebab sebabnya tak diketahui oleh penderita. misal selalu berfikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia

2.phobia

rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal kepada sesuatu hal atau kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya

3.kompulsi

adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan serupa berkali kali

4.histeria

adalah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental , kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, tidak mampu menguasai diri , sugesti dari sikap orang lain

5.delusi

menunjuk-khan pikiran yang tidak beres karena berdasarkan suatu keyakinan palsu, tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada unsur kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman (delusi melancholis merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa)

6.halusinasi

khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera

7. keadaan emosi


dalam keadaan tertentu seseorang terpengaruh emosinya, ini nampak pada gangguan pada nafsu makan, pusing pusing, muka merah, nadi bergerak cepat, keringat, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, sikap apatis, sikap terlalu bergembira dengan gerakan misal lari-larian, nyanyian, ketawa, berbicara , sikap berupa kesedihan yang menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, tidak mau bicara, diam seribu bahasa, termenung dan menyendiri
GELISAH DAN CARA MENGATASINYA

kegelisahan

kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.

kegelisahan kadang bisa dilihat dari tingkah laku misal dengan berjalan mondar mandir, memandang jauh kedepan sambil mengepal ngepalkan tangannya, duduk termenung sambil memegang kepalanya dengan wajah sayu dan malas bicara

kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan yang sebabnya bermacam macam

usaha untuk mengatasi kegelisahan ini yaitu pertama tama kita harus bersikap tenang, berfikir tenang sehingga jalan keluar dari masalah akan kita bisa atasi.
cara kedua yg digunakan untuk mengatasi kegelisahan bisa dengan jalan intropeksi, misal

1.akibat yang paling buruk yang manakah yang akan kita tanggung
2.akibat yang paling buruk apakah yang akan terjadi
3.mengapa hal itu terjadi ?
4. apa sebabnya hal itu terjadi

bila kita mampu menganalisa akibat yang menimbulkan kecemasan tersebut kita mungkin bisa mengatasinya atau kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah hidup dengan rasa sabar dan tabah atau dengan kata lain, lakukan sikap pasrah..serahkan semua masalah kepada Tuhan sang pencipta

keterasingan

berarti hal hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain
keterasingan adalah bagian dari hidup, sebentar maupun lama orang pernah mengalaminya tetapi dalam jangka waktu yang berbeda beda

keterasingan eksternal

keterasingan yang disebabkan oleh orang luar contoh karena sifat sombong, egois , pelit dan lain lain...orang lain jadi malas bergaul dengannya sehingga orang itu dijauhkan dari pergaulan

keterasingan internal

keterasingan karena memang orang tersebut yang menjauhkan diri dari pergaulan karena orang tersebut merasa ada yang kurang didalam dirinya.dan lain lain

kesepian

kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi , tidak berteman, setiap orang pernah mengalami kesepian. karena kesepian merupakan bagian dalam hidup. rasa sepi itu tergantung pada mental orang dan kasus penyebabnya

ketidakpastian

artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas, itu semua bisa disebabkan karena pikiran yang tidak konsentrasi oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berfikir secara teratur apalagi mengambil kesimpulan
beberapa sebab orang tak dapat berfikir dengan pasti

1. obsesi

gejala neurosa jiwa yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan.atau sebab sebabnya tak diketahui oleh penderita. misal selalu berfikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia

2.phobia

rasa ketakutan yang tak terkendali,tidak normal kepada sesuatu hal atau kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya

3.kompulsi

adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan serupa berkali kali

4.histeria

adalah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental , kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, tidak mampu menguasai diri , sugesti dari sikap orang lain

5.delusi

menunjuk-khan pikiran yang tidak beres karena berdasarkan suatu keyakinan palsu, tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada unsur kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman (delusi melancholis merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa)

6.halusinasi

khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera

7. keadaan emosi


dalam keadaan tertentu seseorang terpengaruh emosinya, ini nampak pada gangguan pada nafsu makan, pusing pusing, muka merah, nadi bergerak cepat, keringat, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, sikap apatis, sikap terlalu bergembira dengan gerakan misal lari-larian, nyanyian, ketawa, berbicara , sikap berupa kesedihan yang menekan, tidak bernafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, tidak mau bicara, diam seribu bahasa, termenung dan menyendiri

Minggu, 24 Januari 2016

AGAMA DAN PERIBADAHAN


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang "Agama dan Peribadahan" ini. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.

       Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas ilmu sosial dasar dengan judul "Agama dan peribadahan". Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah makalah ini.

       Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa diperbaiki.


Bekasi, Januari  2016


Penyusun












BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Agama dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya, karena agama sangat dibutuhkan oleh manusia agar manusia memiliki pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal ini adalah Islam. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu, dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna, dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia.
Oleh karena itu, dengan beragama itu berarti manusia percaya kepada tuhan yang telah menciptakn kita, mengatur sedemikina rupa kehidupan manusia, oleh sebab itu di kenal lah yang nbamanya peribadahan yakni kegiatan yang melambangkan kepatuhan dan tunduk terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan rasa syukur manusia kepada penciptanya
1.2 Rumusan Masalah
Penulis merumuskan masalah di atas sebagai berikut :
1.1.1        Apa yang di maksud dengan agama?
1.1.2        Fungsi agama dalam kehidupan manusia?
1.1.3        Apa yang di maksud dengan peribadahan?

1.2        Tujuan Penulisan
Penulis melakukan penelitian untuk :
1.2.1        Untuk mengetahui pengertian dari agama,fungsi dan jenis jenis agama
1.2.2        Untuk mengetahui pengaruh agama terhadap kehidupan manusia
1.2.3        Untuk mengetahui pengertian dari peribadahan
1.3 Metode penulisan
Penulis menggunakan metode research atau kajian pustaka dengan cara memilah milah buku dari berbagai sumber dan berbagai macam referensi dari internet dan media cetak





BAB 2
AGAMA

2.1 Pengertian Agama
Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Kata "agama" berasal dari Bahasa sansekerta, āgama yang berarti "tradisi". Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari Bahasa latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Menurut filolog Max Müller, akar kata bahasa Inggris "religion", yang dalam bahasa Latin religio, awalnya digunakan untuk yang berarti hanya "takut akan Tuhan atau dewa-dewa, merenungkan hati-hati tentang hal-hal ilahi, kesalehan" ( kemudian selanjutnya Cicero menurunkan menjadi berarti " ketekunan " ). Max Müller menandai banyak budaya lain di seluruh dunia, termasuk Mesir, Persia, dan India, sebagai bagian yang memiliki struktur kekuasaan yang sama pada saat ini dalam sejarah. Apa yang disebut agama kuno hari ini, mereka akan hanya disebut sebagai "hukum".
Banyak bahasa memiliki kata-kata yang dapat diterjemahkan sebagai "agama", tetapi mereka mungkin menggunakannya dalam cara yang sangat berbeda, dan beberapa tidak memiliki kata untuk mengungkapkan agama sama sekali. Sebagai contoh, dharma kata Sanskerta, kadang-kadang diterjemahkan sebagai "agama", juga berarti hukum. Di seluruh Asia Selatan klasik, studi hukum terdiri dari konsep-konsep seperti penebusan dosa melalui kesalehan dan upacara serta tradisi praktis. Medieval Jepang pada awalnya memiliki serikat serupa antara "hukum kekaisaran" dan universal atau "hukum Buddha", tetapi ini kemudian menjadi sumber independen dari kekuasaan.
Tidak ada setara yang tepat dari "agama" dalam bahasa Ibrani, dan Yudaisme tidak membedakan secara jelas antara, identitas keagamaan nasional, ras, atau etnis. Salah satu konsep pusat adalah "halakha" , kadang-kadang diterjemahkan sebagai "hukum" ",yang memandu praktek keagamaan dan keyakinan dan banyak aspek kehidupan sehari-hari.
Fungsi agama sebagai berikut :
·         Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
·         Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
·         Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
·         Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
·         Pedoman perasaan keyakinan
·         Pedoman keberadaan
·         Pengungkapan estetika (keindahan)
·         Pedoman rekreasi dan hiburan
·         Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.


2.2 Fungsi Agama dalam kehidupan manusia
Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup.
Ada beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah :
·         Karena agama merupakan sumber moral
·         Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
·         Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
·         Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka, maupun di kala duka.
Manusia sejak dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, serta tidak mengetahui apa-apa sebagaimana firman Allah dalam Q. S. al-Nahl (16) : 78
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Dia menjadikan untukmu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit di antara mereka yang mensyukurinya.
Dalam keadaan yang demikian itu, manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan, baik dari dalam, maupun dari luar dirinya. Godaan dan rayuan daridalam diri manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu
·         Godaan dan rayuan yang berysaha menarik manusia ke dalam lingkungan kebaikan, yang menurut istilah Al-Gazali dalam bukunya ihya ulumuddin disebut dengan malak Al-hidayah yaitu kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada hidayah ataukebaikan.
·         Godaan dan rayuan yang berusaha memperdayakan manusia kepada kejahatan,yang menurut istilah Al-Gazali dinamakan malak al-ghiwayah, yakni kekuatan-kekuatan yang berusaha menarik manusia kepada kejahatan
Disinilah letak fungsi agama dalam kehidupan manusia, yaitu membimbing manusia kejalan yang baik dan menghindarkan manusia dari kejahatan atau kemungkaran.



 fungsi agama kepada manusia
-Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.

Agama dikatankan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia sentiasanya memberi penerangan mengenai dunia(sebagai satu keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan bagi pekara ini sebenarnya sukar dicapai melalui inderia manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahawa dunia adalah ciptaan Allah SWTdan setiap manusia harus menaati Allah SWT
-Menjawab pelbagai soalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.

Sesetangah soalan yang sentiasa ditanya oleh manusia merupakan soalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya soalan kehidupan selepas mati, matlamat  menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. Maka, agama itulah berfungsi untuk menjawab soalan-soalan ini.
– Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.

Agama merupakan satu faktor dalam pembentukkan kelompok manusia. Ini adalah kerana sistem agama menimbulkan keseragaman bukan sahaja kepercayaan yang sama, malah tingkah laku, pandangan dunia dan nilai yang sama.
– Memainkan fungsi kawanan sosial.

Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kod etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial
Fungsi Sosial Agama

Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor).
Pembahasan tentang fungsi agama disini akan dibatasi pada dua hal yaitu agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi masyarakat.
Fungsi Integratif Agama
Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.





Tujuan Agama

Salah satu tujuan agama adalah membentuk jiwa nya ber-budipekerti dengan adab yang sempurna baik dengan tuhan-nya maupun lingkungan masyarakat.semua agama sudah sangat sempurna dikarnakan dapat menuntun umat-nya bersikap dengan baik dan benar serta dibenarkan. keburukan cara ber-sikap dan penyampaian si pemeluk agama dikarnakan ketidakpahaman tujuan daripada agama-nya. memburukan serta membandingkan agama satu dengan yang lain adalah cerminan kebodohan si pemeluk agama

Beberapa tujuan agama yaitu :

·         Menegakan kepercayaan manusia hanya kepada Allah,Tuhan Yang Maha Esa (tahuit).
·         Mengatur kehidupan manusia di dunia,agar kehidupan teratur dengan  baik, sehingga dapat mencapai kesejahterahan hidup, lahir dan batin, dunia dan akhirat.
·         Menjunjung tinggi dan melaksanakan peribadatan hanya kepada Allah.
·         Menyempurnakan akhlak manusia.
BAB 3
PERIBADAHAN
2.3 Pengertian Peribadahan
Ibadat atau Ibadah adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab. Dalam terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini meimiliki arti:
1.     perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama.
2.     segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya.
3.     upacara yang berhubungan dengan agama
2.4 Macam-Macam Ibadah

Ibadah Qolbiyyah atau Bathiniyyah.
Yaitu segala bentuk ibadah yang merupakan pekerjaan hati; seperti: Iman, Cinta, Takut, Berharap, Sadar kembali kepada Allah dan Tawakal. Contohnya berdzikir kepada Allah dan berbuat baik kepada orang lain.




Ibadah Jasadiyah ( Fisik ).
Yaitu ibadah yang dilakukan oleh anggota badan, Seperti: berdo’a, Istihotsah, Isti’anah, Nadzar, Menyembelih Qurban, Ruku’ dan Sujud,  Thowaf di Baitullah, Mencium hajar Ashwad, Tidak taat kepada Allah karena takut dan berharap kepada selain Allah dan bersumpah.

2.5 hikmah ibadah terhadap kehidupan manusia

Memahami ketentuan hukum, baik yang dijelaskan dalam hukum wad‘i maupun taklifi akan menyempurnakan seseorang dalam melakukan ibadah secara tepat sesuai dengan ketentuannya. Semua ibadah pasti mengandung hikmah yang sangat penting bagi kita. Hikmah ibadah antara lain sebagai berikut;
a. Sarana Taqarub kepada Allah
Beribadah berarti mengerjakan sesuatu yang diridai oleh Allah Swt. sebagai usaha untuk bertaqarub kepada-Nya. Sebaliknya, seseorang yang melakukan maksiat berarti berusaha menjauh dari Allah Swt.
b. Menunjukkan Syiar Islam
Ada beberapa ibadah yang hanya dapat dikerjakan secara berjamaah dengan waktu dan tempat yang ditentukan. Contohnya pelaksanaan salat Id dan penyembelihan kurban. Dengan mengerjakan ibadah tersebut akan tampak semarak sehingga syiar Islam dapat dirasakan secara langsung di tengah masyarakat.
c. Menumbuhkan Jiwa Sosial
Ada beberapa ibadah yang pelaksanaannya dapat langsung bersinggungan dengan masyarakat. Contohnya ibadah zakat dan sedekah. Dengan ibadah ini masyarakat dapat merasakan dampaknya, misalnya dari segi ekonomi. Contoh lainnya adalah mengerjakan salat berjamaah yang berdampak positif dalam membangun komunikasi dengan sesama.

Selain ketiga hikmah di atas masih banyak hikmah ibadah lain yang dapat kita petik dalam menjalankan ibadah, untuk jenis ibadah tertentu. Contohnya, kewajiban ibadah haji hikmahnya berbeda dengan mengerjakan ibadah yang lain, seperti berwudu dan salat jamaah. dan perlu diingat adalah kita sebagai umat islam harus bangga karena memiliki kitab suci yang sangat lengkap, yaitu Al-Qur’an. Dalam kitab tersebut memuat petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia agar dapat meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Al-Qur’an merupakan firman Allah sehingga isinya tidak mengandung kekeliruan sedikit pun. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya cukup kita baca, tetapi dipahami kandungannya dan diamalkan perintahnya. Selain Al-Qur’an, kita juga perlu memahami ketentuan yang diperintahkan Rasulullah dengan mempelajari hadis-hadis beliau. Dengan berpedoman pada dua sumber hukum ini, Anda pasti akan selamat dalam menjalani hidup di dunia.






BAB 4
PENUTUP

2.7  Kesimpulan
Agama merupakan sesuatu yang dapat menubah perilaku seseorang sebab, agama berisi tentang aturan-aturan yang bias membawa seseorang ke arah yang jauh lebih baik karena setiap agama pastilah mempunyai maksud-maksud dan tujuan-tujuan tertentu agar penganutnya menjadi lebih baik,
Dengan melakukan peribadahan seseorang akan dapat dikatakan taat dan membawa diri dan kehidupan mereka menjadi lebih baik,harmonis dan lebih teratur
2.8 Saran
Semakin luas wawasannya tentang agama dan peribadahan
Setelah kita mengetahui ini, kita dapat menuruti dan melakukan aturan-aturan dan tujuan-tujuan dalam agama yang kit anut dengan cara beribadah dengan taat kepada Tuhan Yang Mah Esa.

DAFTAR PUSATAKA